Setiap orang menginginkan rumahnya enak dan nyaman sehingga sehingga merasa betah berada di dalamnya. Dalam interior rumah unsur cahaya merupakan hal yang penting, cahaya bisa katagorikan menjadi dua bagian yaitu cahaya alami dan cahaya buatan. Sebaiknya cahaya alami diupayakan masuk menyinari semua ruangan, seperti ruang tidur, ruang keluarga, ruang makan, ruang tamu dan ruang yang yang Lainnya.
Cahaya yang cukup dengan ditunjang oleh ventilasi yang optimal membuat rumah sehat terwujud sehingga kesehatan penghunipun terjamin.
Dalam perencanaan rumah di lahan yang sempit pengaturan cahaya dan udara merupakan tema yang utama. ada beberapa cara untuk mengoptimalkan cahaya dalam rumah di lahan yang sempit yaitu dengan menempatkan taman terbuka di dalam rumah selain dan penerapan terang atas, sehingga rumah yang sehat bisa terwujud.Cahaya alami ataupun buatan merupakan elemen penting dalam rumah. Penataan yang apik, membuat setiap ruang tampil lebih indah dan berfungsi lebih efektif.
Cahaya digunakan untuk menerangi obyek agar tercipta suasana yang lebih indah dan eksotis. Meski sederhana, mendesain tata cahaya boleh dilata cukup kompleks. Banyak hal perlu dipertimbangkan, antara lain fungsi ruang, karakter bangunan, karakter pemilik, kegiatan penghuni, juga suasana yang ingin diciptakan.
Sejalan dengan perkembangan teknologi dan inovasi desain, cahaya buatan dapat dipermainkan sesuka hati.
Menggunakan dimmer, intensitas cahaya dapat diatur sekehendak hati untuk memperoleh suasana yang sesuai mood. Ini agak berbeda dengan matahari. Intensitas dan “warna” sumber cahaya alami ini sangat tergantung lokasi dan waktu.
Cahaya dan bayangan dapat membuat elemen dekoratif atau furniture terlihat lebih indah.
Dengan cahaya, Anda dapat membuat ruang terasa nyaman untuk beraktifitas. Cahaya juga dapat membuat ruang jadi kalem sehingga cocok untuk relaksasi. Sebaliknya, pengaturan yang buruk akan membuat ruangan menjadi tidak nyaman untuk kedua kegiatan itu.
Secara umum, ada tiga tipe pencahayaan, yakni general lighting, task lighting, dan accent lighting.
General Lighting merupakan penerangan utama pada ruangan Tipe ini ditandai dengan penempatan lampu pada beberapa titik yang difungsikan untuk menerangi ruangan secara merata. Misalnya dengan menempatkan sebuah lampu berwatt besar pada bagian tengah plafon atau menempatkan beberapa sumber cahaya yang dinyalakan bersamaan.
Untuk mewujudkannya, Anda cukup menempatkan sebuah lampu pada area tengah plafon rumah. Cara lain adalah dengan menempatkan beberapa lampu. Misalnya dengan menempatkan beberapa downlight dan spotlight pada plafon.
Task Lighting Sesuai namanya, tipe pencahayaan ini berfungsi umtuk memberi penerangan pada obyek yang spesifik. Misalnya, pada area meja dapur, area membaca, atau area menyetrika dan melipat pakaian. Tidak seperti general lighting, task lighting menyorotkan cahaya ke area tertentu. Di dapur, jenis pencahayaan ini biasa dipasang di bawah lemari dapur. Fungsinya untuk menerangi meja dapur dan membantu proses pengolahan makanan. Pada ruang baca, task lighting dipakai untuk menerangi area baca.
Task lighting juga dipakai untuk menerangi karya seni lukisan di dinding atau patung di rak pajangan. Sebagai penerangan yang menyorotkan cahaya pada area terbatas, task lighting dapat diujudkan melalui penggunaan spotlight, standing lamp atau desk lamp.
Accent Lighting merupakan tipe pencahayaan yang membangkitkan suasana dramatis. Fungsinya untuk menciptakan mood pada ruangan. Tipe pencahayaan ini dapat diperoleh dengan menempatkan lampu dinding, lampu track, atau rumah-rumah lampu yang memiliki bentuk dan arah sorot beraneka.
Untuk menciptakan mood, accent lighting digunakan menerangi lukisan atau karya seni. Tipe pencahayaan ini juga diperoleh dengan menempatkan lampu pada lantai atau bagian bawah dinding. Agar tampilan cahaya yang keluar lebih fleksibel, dimmer ditambahkan untuk mengatur tingkat terang cahaya lampu.
Demikian pengaturan Cahaya baik itu cahaya alami ataupun buatan sangatlah komplek dan pengaturan yang baik akan membuat rumah menjadi artistik dan penghunipun nyaman berada di dalamnya.
..
Sumber: http://architectaria.com/mengenal-tata-cahaya.html
Cahaya digunakan untuk menerangi obyek agar tercipta suasana yang lebih indah dan eksotis. Meski sederhana, mendesain tata cahaya boleh dilata cukup kompleks. Banyak hal perlu dipertimbangkan, antara lain fungsi ruang, karakter bangunan, karakter pemilik, kegiatan penghuni, juga suasana yang ingin diciptakan.
Sejalan dengan perkembangan teknologi dan inovasi desain, cahaya buatan dapat dipermainkan sesuka hati.
Menggunakan dimmer, intensitas cahaya dapat diatur sekehendak hati untuk memperoleh suasana yang sesuai mood. Ini agak berbeda dengan matahari. Intensitas dan “warna” sumber cahaya alami ini sangat tergantung lokasi dan waktu.
Cahaya dan bayangan dapat membuat elemen dekoratif atau furniture terlihat lebih indah.
Dengan cahaya, Anda dapat membuat ruang terasa nyaman untuk beraktifitas. Cahaya juga dapat membuat ruang jadi kalem sehingga cocok untuk relaksasi. Sebaliknya, pengaturan yang buruk akan membuat ruangan menjadi tidak nyaman untuk kedua kegiatan itu.
Secara umum, ada tiga tipe pencahayaan, yakni general lighting, task lighting, dan accent lighting.
General Lighting merupakan penerangan utama pada ruangan Tipe ini ditandai dengan penempatan lampu pada beberapa titik yang difungsikan untuk menerangi ruangan secara merata. Misalnya dengan menempatkan sebuah lampu berwatt besar pada bagian tengah plafon atau menempatkan beberapa sumber cahaya yang dinyalakan bersamaan.
Untuk mewujudkannya, Anda cukup menempatkan sebuah lampu pada area tengah plafon rumah. Cara lain adalah dengan menempatkan beberapa lampu. Misalnya dengan menempatkan beberapa downlight dan spotlight pada plafon.
Task Lighting Sesuai namanya, tipe pencahayaan ini berfungsi umtuk memberi penerangan pada obyek yang spesifik. Misalnya, pada area meja dapur, area membaca, atau area menyetrika dan melipat pakaian. Tidak seperti general lighting, task lighting menyorotkan cahaya ke area tertentu. Di dapur, jenis pencahayaan ini biasa dipasang di bawah lemari dapur. Fungsinya untuk menerangi meja dapur dan membantu proses pengolahan makanan. Pada ruang baca, task lighting dipakai untuk menerangi area baca.
Task lighting juga dipakai untuk menerangi karya seni lukisan di dinding atau patung di rak pajangan. Sebagai penerangan yang menyorotkan cahaya pada area terbatas, task lighting dapat diujudkan melalui penggunaan spotlight, standing lamp atau desk lamp.
Accent Lighting merupakan tipe pencahayaan yang membangkitkan suasana dramatis. Fungsinya untuk menciptakan mood pada ruangan. Tipe pencahayaan ini dapat diperoleh dengan menempatkan lampu dinding, lampu track, atau rumah-rumah lampu yang memiliki bentuk dan arah sorot beraneka.
Untuk menciptakan mood, accent lighting digunakan menerangi lukisan atau karya seni. Tipe pencahayaan ini juga diperoleh dengan menempatkan lampu pada lantai atau bagian bawah dinding. Agar tampilan cahaya yang keluar lebih fleksibel, dimmer ditambahkan untuk mengatur tingkat terang cahaya lampu.
Demikian pengaturan Cahaya baik itu cahaya alami ataupun buatan sangatlah komplek dan pengaturan yang baik akan membuat rumah menjadi artistik dan penghunipun nyaman berada di dalamnya.
..
Sumber: http://architectaria.com/mengenal-tata-cahaya.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar